Teknologi

Mengenal Generative AI: Saat Komputer Pintar Menulis dan Menggambar

Pernah dengar ChatGPT atau Midjourney? Yuk cari tahu apa itu Generative AI, teknologi di balik komputer yang bisa menciptakan karya seperti tulisan dan gambar.

WS
Wawan Siswanto
4 menit baca
Mengenal Generative AI: Saat Komputer Pintar Menulis dan Menggambar

Jika Anda mengikuti seri artikel AI di blog ini, Anda sudah tahu bahwa AI adalah komputer yang bisa “belajar”, dan otak di baliknya bernama “Algoritma”.

Namun, ada satu jenis AI yang beberapa tahun belakangan ini sukses membuat heboh seluruh dunia internet hingga sering masuk berita TV. AI ini bisa diajak ngobrol santai layaknya teman, bisa membuat puisi, bahkan bisa menggambar lukisan yang sangat realistis dalam hitungan detik.

Teknologi ajaib ini memiliki nama khusus: Generative AI (Kecerdasan Buatan Generatif).

Mari kita bahas apa itu Generative AI dan mengapa teknologi ini begitu populer!

Apa Itu Generative AI?

Dari namanya saja, “Generative” berarti menciptakan atau menghasilkan sesuatu.

Jika AI tradisional yang kita bahas sebelumnya lebih fokus pada menganalisis sesuatu (misalnya: AI melihat gambar dan menebak “Oh, ini gambar kucing” atau “Oh, ini tulisan tangan huruf A”), maka Generative AI melangkah lebih jauh.

Generative AI tidak sekadar menganalisis, tapi ia menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Jika Anda meminta Generative AI untuk menggambar “seekor kucing luar angkasa sedang makan pizza”, komputer tidak pergi ke Google Images untuk mencari gambar tersebut. Alih-alih, ia mengambil “pemahaman” dan “ingatan”-nya tentang seperti apa bentuk kucing, bentuk astronaut, dan bentuk pizza, lalu menggabungkannya menjadi sebuah gambar baru yang orisinil!

Bagaimana Generative AI Bekerja?

Bayangkan Generative AI seperti seseorang yang telah membaca seluruh buku di perpustakaan nasional dan melihat miliaran gambar di internet.

Ketika ia menyerap miliaran data tulisan manusia, AI mulai memahami bagaimana kata-kata dirangkai menjadi kalimat yang masuk akal. Jadi, saat Anda meminta AI untuk menulis cerita pendek, ia sebenarnya sedang memprediksi kata apa yang paling cocok untuk muncul selanjutnya, secara terus-menerus, super cepat, berdasarkan pola bahasa yang sudah ia pelajari.

Konsep yang sama berlaku untuk gambar. Ia menebak piksel (titik warna) seperti apa yang seharusnya disejajarkan untuk membentuk gambar “pizza” atau “kucing” yang sesuai dengan permintaan Anda.

”Keluarga Besar” Generative AI

Saat ini, Generative AI sudah merambah ke berbagai macam bentuk. Mari berkenalan dengan beberapa bidang utamanya:

  1. Pembuat Teks (Chatbots & Writers): Ini adalah jenis yang paling populer. Contohnya adalah ChatGPT dari OpenAI, Gemini dari Google, atau Claude. Anda bisa memerintahkan mereka untuk menulis email komplain ke bos, membuatkan itinerary liburan 3 hari ke Bali, hingga membantu membocorkan ide resep masakan dari sisa bahan di kulkas.

  2. Pembuat Gambar (Image Generators): Contoh aplikasinya seperti Midjourney, DALL-E, atau fitur generatif di Canva dan Photoshop. Anda cukup mengetik “buatkan logo kedai kopi bernuansa warna coklat dan emas”, dan beberapa detik kemudian berbagai pilihan logo siap disajikan.

  3. Pembuat Suara dan Video: Pernah melihat video Presiden negara tertentu menyanyikan lagu dangdut di TikTok? Itu adalah hasil dari Generative AI berbasis suara (Voice Cloning). Kini, juga sudah ada AI canggih seperti Sora yang bisa membuat video yang sangat realistis hanya dari teks skenario.

Apakah Kehadirannya Berbahaya bagi Seniman dan Penulis?

Kehadiran AI yang pintar menciptakan karya tentu menimbulkan banyak perdebatan: Apakah penulis, seniman, desain grafis, atau programmer akan kehilangan pekerjaan?

Faktanya, Generative AI sebaiknya tidak dilihat sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai “Rekan Kerja” (Co-Pilot) yang serba bisa.

Sama halnya ketika kalkulator ditemukan, ahli matematika tidak kehilangan pekerjaannya. Mereka justru bisa berhitung lebih cepat dan menemukan teori-teori baru yang lebih kompleks. Kehadiran kamera pun tidak mematikan pelukis; ia justru melahirkan jenis seni baru bernama fotografi.

Seorang manusia yang didukung oleh alat AI akan bekerja jauh lebih cepat dan lebih kreatif dibandingkan orang yang menolak menggunakannya.

Kesimpulan

Generative AI telah membuka pintu kreativitas tanpa batas bagi siapapun. Sekarang, Anda tidak perlu jago coding untuk membuat website sederhana, Anda tidak perlu pintar melukis untuk memvisualisasikan isi kepala pikiran Anda, dan Anda tidak akan pernah kehabisan ide karena kini Anda punya asisten virtual cerdas yang siap diandalkan 24 jam!

Sudahkah Anda mencoba salah satu AI (seperti ChatGPT) hari ini? Jika belum, ini saat yang tepat untuk mulai berkenalan!